Pages

Monday, April 12, 2010

How to make yourself happy...(1)

We all like to live a happy, healthy and fulfilled life, yet few seem to be able to do just that. Here are a few tips of how to make yourself happy that i would like to share with all of you...











(To be continued....^_~)




Monday, April 05, 2010

hmm...


Lame tak meng-update blog sejak sblum last entry semalam...byk benda sbnrnya nk dikongsikan, diutarakan, dan sebagainya. tp selalu masa tak mengizinkan dan menuntut aku menunaikan perkara lain yg lbih awwla lg...bku nota O&G ku msih byk kosong. bku rujukan byk blum habis dibaca...dan exam utk O&G posting tinggal lg 2 minggu. nantila kalau berkesempatan akan berkongsi lbih byk cerita...tupun kalu masih ingat ^_^ (bukan janji)... aku masih penulis amatur yg masih belajar utk menulis, dan belajar drpd tulisan...jd menulisnya lambat...he. tp semangat masih kuat, i-allah.. (6_^)

~Go back to study~

Sunday, April 04, 2010

Ku ingin menjadi wanita bagi 'pahlawan'...

Di sebalik setiap pahlawan besar selalu ada seorang wanita agung. Begitu kata pepatah Arab. Wanita agung itu biasanya satu dari dua, atau dua-duanya sekaligus; sang ibu atau sang isteri.

Pepatah itu merupakan hikmah psiko-sejarah yang menjelaskan sebahagian dari latar belakang kebesaran seorang pahlawan. Bahwa karya-karya besar seorang pahlawan lahir ketika seluruh energi didalam dirinya bersinergi dengan momentum diluar dirinya; tumpah ruah bagai banjir besar yang tidak terbendung. Dan tiba-tiba sebuah sosok telah hadir dalam ruang sejarah dengan tenang dan konsisten.


Apa yang telah dijelaskan oleh hikmah psiko-sejarah itu adalah sumber energi bagi para pahlawan; wanita adalah salah satunya. Wanita bagi banyak pahlawan adalah penopang spiritual, sandaran emosional; dari sana mereka mendapat ketenangan dan keghairahan, kenyamanan dan keberanian, keamanan dan kekuatan. Lelaki2 menumpahkan energi di luar rumah, dan mengumpulkannya lagi didalam rumahnya.

Kekuatan besar yang dimiliki para wanita yang mendampingi para pahlawan adalah kelembutan, kesetiaan, cinta dan kasih sayang. Kekuatan itu sering dilukiskan seperti dermaga tempat menambatkan kapal, atau pohon rendang tempat sang musafir berteduh. Tapi, kekuatan emosi itu sesungguhnya merupakan padang jiwa yang luas dan nyaman, wanita bisa menjadi tempat bg sang pahlawan menumpahkan sisi kepolosan dan kekanakan mereka, tempat mereka bermain dengan bersahaja dan riang, saat mereka melepaskan kelemahan-kelemahan mereka dengan aman, saat mereka merasa bukan siapa-siapa, saat mereka menjadi anak kecil. Kerana di tempat dan saat seperti itulah para pahlawan ini menyedut energi jiwa mereka.

Itu sebabnya Umar bin Khattab mengatakan, “Jadilah engkau anak kecil di depan isterimu, tapi berubahlah menjadi lelaki perkasa ketika keadaan memanggilmu’. Kekanakan dan keperkasaan, kepolosan dan kematangan, saat lemah dan saat berani, saat bermain dan saat berkarya, adalah ambivalensi-ambivalensi kejiwaan yang justeru berguna menciptakan keseimbangan emosional dalam diri para pahlawan.

“Saya selamanya ingin menjadi anak kecil yang polos.” kata Sayyid Quthub. Para pahlawan selalu mengenang saat-saat indah ketika ia berada dalam pangkuan ibunya, dan selamanya ingin begitu ketika terbaring dalam pangkuan isterinya.

Siapakah yang pertama kali ditemui Rasulullah SAW setelah menerima wahyu pertama dan merasakan ketakutan luar biasa? Khadijah! Maka ketika Rasulullah ditawari untuk menikah setelah Khadijah wafat, beliau mengatakan; “Dan siapakah wanita yang sanggup menggantikan Khadijah?”

Itulah keajaiban dari kesederhanaan. Kesederhanaan yang sebenarnya adalah keagungan; kelembutan, kesetiaan, cinta dan kasih sayang. Itulah keajaiban wanita.


Dan hati kecil ini berbicara: Ya Allah, izinkan ku menjadi wanita bagi 'pahlawan'...wanita solehah buat seorang suami... ~